FAKTA UNIK DI JEPANG...
1. Kita (orang Indonesia)
dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau memperkenalkan diri
(jiko-shokai) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan,
konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai
pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi ternyata janggal untuk
pendengaran orang Jepang, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai
dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya “Tanaka ken M1 no Anto desu….dst.”,
tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”.
2. Tanda tangan di Jepang
hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai cap
(hanko/inkan). Jenis hanko di Jepang:
* jitsu-in, adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, dsb. Jenis ini diregisterkan ke shiyakusho (di patenkan).
* ginko-in, adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. Jenis ini diregisterkan ke bank.
* mitome-in, dipakai untuk keperluan sehari-hari dan tidak diregisterkan.
Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan.
* jitsu-in, adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, dsb. Jenis ini diregisterkan ke shiyakusho (di patenkan).
* ginko-in, adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. Jenis ini diregisterkan ke bank.
* mitome-in, dipakai untuk keperluan sehari-hari dan tidak diregisterkan.
Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan.
3. jika naik taxi di
Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan
menutupnya sendiri.
4. Kalau kita memperoleh
undangan yang meminta konfirmasi hadir atau tidak, biasanya kita harus
mengirimkan balik kartu pos. Salah satu manner adalah mencoret huruf ? pada
pilihan : ??? /??. Juga mencoret akhiran ? pada nama kita yang tercantum
sebagai pengirim pada kartupos tersebut. Ini adalah adat Jepang, agar kita
selalu rendah hati, yang ditunjukkan dengan menghindari/mencoret ? dan ? pada
kartu pos balasan.
5. Naik sepeda tidak boleh
boncengan (kecuali memboncengkan anak-anak).(?????57??2? ??9? ???????? –>
sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia
lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun
dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20
ribu yen.
ternyata kalau di Jepang jika ingin berkenalan
gak perlu pake konnichiwa, konban dan lain-lain karena dianggap aneh seperti
pembaca berita., hehe ada-ada saja..
tapi ok lah., bisa dicoba suatu saat nanti..:) hehe
tapi ok lah., bisa dicoba suatu saat nanti..:) hehe

0 komentar:
Posting Komentar